Ceramahbahasa sunda tentang ibu teks ceramah pidato. Pidato bahasa arab pendek tentang menuntut ilmu from duniabelajarsiswapintar86.blogspot.com. Itulah yang dapat kami bagikan terkait contoh teks pidato bahasa arab tentang sabar. Pidato Bahasa Arab Singkat Dan Pendek Tentang Sabar - Pidato Pendek Sunda Lucu Keren Lomba Muhadhoroh Juara 1 Bapakbapak Ibu-ibu saha sadherek-sadherek kaum muslimin wal muslimat ingkang kula kurmati. Contoh pidato bahasa arab tentang maulid nabi kata motivasi bahasa arab dan artinya foto habib taufiq kata kata buya yahya kamus jamak taksir teks bilal idul fitri. Contoh Pidato Bahasa Arab Singkat Tentang Kebersihan Blog Pendidikan. BanyakSekali Tema Pidato yang sangat Menarik Apa lagi Pidato dalam bahasa Arab, disini akan banyak sekali buat kalian yang ingin belajar Pidato dalam bahasa Arab beserta Artinya agar mudah di arab tentang ibu, pidato bahasa arab tentang pendidikan islam, pidato bahasa arab tentang kebersihan, kumpulan teks pidato bahasa arab pdf, pidato bahasa arab singkat dan artinya tentang akhlak singkat, contoh teks pidato bahasa arab tentang pemuda, pidato bahasa arab singkat dan Pidatobahasa arab singkat dan artinya memang sangat sulit dilakukan oleh orang yang tidak begitu mahir berbahasa arab, terlebih bagi orang yang kurang mendalami ilmu agama dan baru menyentuh Pidato Agama Islam Singkat Tentang Ikhlas. Pidato Agama Islam - Dalam acara-acara keagamaan pidato memang sepertinya menjadi komposisi wajib untuk . Selasa, 10 Desember 2019 Edit Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut. Ceramah singkat merupakan suatu hal yang identik dengan pidato keagamaan, yakni ceramah yang disampaikan oleh seorang ahli agama atau ustad yang dipandang memiliki ilmu agama lebih kemudian dibagikan kepada orang lain dengan tujuan supaya orang-orang dapat memahami ilmu yang disampaikan tersebut. Untuk ceramah singkat sendiri banyak sekali ragamnya, berikut akan dipaparkan beberapa mengenai contoh ceramah singkat, mulai dari ceramah singkat tentang sabar, tentang pendidikan, menuntut ilmu, kebersihan, ikhlas, shalat, tentang ibu, tentang cinta, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan adanya contoh ini semoga dapat menambah keimanan kita pada Allah. Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah singkat. contoh ceramah tentang fitnah, ceramah tentang ghibah, ceramah tentang generasi muda, contoh ceramah tentang hijrah, contoh ceramah larangan pacaran, contoh ceramah tentang rezeki, contoh ceramah tentang riba, ceramah bulan suci ramadhan. contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, dll. Silahkan Simak Contoh Teks pidato Tentang Agama Terlengkap Di bawah ini السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَـالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْنِ وَالصَّـلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ سَـيِّدِ المُرْسَـلِيْنَ مُحَـمٍّد وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . رَبِّ اشْـَرحْ لِي صَـدْرِيْ وَيَسِّرْلِي أَمْـِريْ وَاحْلُلْ عُقْـدَةً مِنْ لِسَـانِي يَفْقَـهُ قَـوْلِي …أَمَّـا بَعْد قـال الله تعـالى في كتـابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Azza wa Jalla. Ia yang mengalirkan nikmat kepada manusia, para hamba-Nya. Nikmat yang tak pernah putus dan melingkupi setiap tubuh anak Adam. Di antara nikmat itu ialah nikmat kesehatan, kesempatan, dan kekuatan yang diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul dan saling berbagi di tempat yang sederhana ini. Utamanya nikmat iman dan nikmat Islam, dua nikmat yang merupakan syarat utama sebelum memasuki gerbang surga, insya Allah. Tiada pula henti-hentinya kita kirimkan selawat dan salam kepada tauladan, uswah, dan anutan kita, Rasulullah saw, kepada keluarganya yang mulia, kepada sahabatnya yang setia, dan kepada orang-orang yang senantiasa memegang panji kebenaran dan berjalan di setapak yang telah ia rintis, semoga kita termasuk di dalamnya. Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla, Sesungguhnya manhaj Islam adalah manhaj Rabbani yang dengannya Allah membedakan Islam dengan manhaj-manhaj selainnya. Di antara sifat Rabbaniyah ajaran Islam adalah perintah Allah Azza wa Jalla kepada setiap manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua mereka sebagai sebuah penghargaan atas jasa-jasa keduanya yang telah melahirkan, membesarkan, memelihara, mengasuh, dan mendidik mereka hingga menjadi manusia yang berguna. Allah berfirman dalam Al Isra ayat 23 yang berbunyi وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا yang artinya “Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” Al-Israa’ 23 . Pada ayat ini, Allah telah menyandingkan perintah mentahuidkan-Nya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan ayah dan ibu. Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah, Tentunya, jika setiap orang ingin menghitung keutamaan orang tua atas jasa-jasa mereka terhadap anak-anaknya, maka tak seorang dapat menghitung apalagi membalasnya. Rasulullah saw pernah bersabda“Tidak mungkin seorang anak dapat membalas jasa orang tuanya kecuali apabila ia mendapatkannya sebagai budak lalu dibelinya dan dibebaskannya.” Muslim. Suatu ketika Ibnu Umar melihat seorang laki-laki menggendong ibunya di atas pundaknya pada saat tawaf di seputar kakbah dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji. Maka lelaki tersebut berkata,“Wahai Ibnu Umar, apakah dengan ini engkau telah melihatku membalas kebaikan ibuku?”Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun sedikit kebaikannya, akan tetapi engkau telah berbuat baik. Demi Allah, engkau akan mendapatkan pahala yang banyak dengan kebaikanmu yang sedikit ini.” Bukhari. Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla, Rasulullah saw menyebutkan dosa terhadap kedua orang tua termasuk salah satu dosa besar. Akan tetapi, sangat disayangkan dari banyak manusia yang hidup di zaman ini, sudah tidak tahu bagaimana seharusnya memperlakukan kedua orang tuanya. Kita sering menyaksikan bagaimana interaksi seorang anak yang sangat tidak layak dipertontonkan kepada kedua orang tuanya, baik di depan mata kita maupun dari berbagai media yang tersebar luas di tengah-tengah kita. Jangankan untuk menolong mereka dari beban hidup yang berat, bahkan sang anak sendirilah yang menjadi beban hidup tersebut. Menyakiti perasaan dan fisik orang tua bukan lagi menjadi masalah yang tabu dikalangan manusia, menelantarkan mereka, bahkan sampai rela membunuh mereka hanya karena sebab-sebab yang sangat sepele. Inilah pemandangan hidup sehari-hari yang kita saksikan, kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian. Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla, Di sisi lain, karena agungnya dan besarnya hak-hak orang tua, maka Allah telah mewajibkan seorang anak untuk berbuat baik kepada mereka dalam segala keadaan, bahkan kepada orang tua yang kafir sekalipun, lebih-lebih kepada mereka yang muslim. Allah berfirman dalam Luqman ayat 15 وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Artinya “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” Luqman 15. Ini tidak berarti kita harus taat pada mereka atas hal-hal yang bermaksiat kepada Allah karena Rasulullah saw bersabda “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah.” Ahmad. Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla, Orang tua adalah pintu surga yang luas bagi seseorang yang ingin masuk ke dalamnya. Celakalah bagi mereka yang masih dapat bertemu dengan orang tuanya, namun dia terhalang dari mengecap manis dan indahnya surga yang dijanjikan oleh Allah Azza wa Jalla. Rasulullah saw bersabda bahwa “Sungguh sangat rugilah, kemudian sungguh sangat rugilah, kemudian sungguh sangat rugilah, orang yang mendapati salah satu dari kedua orang tuanya pada usia lanjut namun dia tidak masuk surga.” Muslim. Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang amalan-amalan yang paling dicintai oleh Allah, maka beliau menjawab “Salat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad fii sabilillah.” Bukhari dan Muslim Ikhwan dan akhwat yang semoga dimuliakan oleh Allah, Oleh karena itu, mari kita belajar dari kitabullah Alquran dan sunah Rasulullah saw bagaimana kita seharusnya beradab kepada kedua orang tua kita. Janganlah jadi manusia yang durhaka kepada mereka karena hal itu merupakan penghalang bagi setiap orang dari mengecap manisnya keindahan surga. Akhir kalam, saya meminta maaf atas segala salah yang terucap karena sesungguhnya kesalahan datangnya dari diri pribadi dan setan yang terlaknat. Dan semua kebenaran hanya datang dari Allah Azza wa Jalla. Subhanakallaahumma wabihamdik asyhadu allailaaha illaah anta astagfiruka wa atubu ilaiik. Assalamualaikum Kumpulan Contoh Teks Pidato Keagaman / Ceramah Berikut adalah kumpulan berbagai tema contoh teks Pidato Agama atau Ceramah yang menarik untuk Semua Kalangan. Yuk, silahkan pilih tema Pidato Agama atau Ceramah yang sesuai dibawah ini 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID pE_hgHSchKjzoWOS5ffGjtMvZR8FXSK4VSsgxKSsKqHkhWbO25ly8w== Ayah dan Ibu merupakan sosok pahlawan yang harus kita hormati dan patuhi segala perintahnya. Karena ayah dan ibu kita merupakan orang yang senantiasa merawat kita dari mulai kecil sampai kita besar. Lebih-lebih pada Ibu kita, orang yang mengandung kita selama 9 bulan dan mengasuh kita saat kita masih kecil. Begitu besar jasa ibu kita, maka kita wajib untuk menghormati dan berbakti kepadanya. Atas jasa yang begitu luar biasa kini dibuat tanggal spesial yaitu tanggal 22 Desember yang diperingati sebagai hari Ibu. Nah pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh pidato tentang ibu. Pidato singkat tentang ibu ini dikupas dengan suasana islami yang didalamnya terdapat dalil dan muqodimah bahasa Arab. Bagi anda yang sedang mencari contoh pidato tentang Ibu, silahan lanjutkan membaca postingan ini. Berikut ini Teks Pidato Islami Tentang Ibu Singkat. Teks Pidato Islami Tentang Ibu Singkat Assalamu'alaikum Wr. Wb. بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ، الْØ­َÙ…ْدُ للهِ الَّذِÙ‰ جَعَÙ„ْÙ†َا Ù…ِÙ†َ النَّاصِØ­ِÙŠْÙ†َ، ÙˆَØ£َفْÙ‡َÙ…ْÙ†َا Ù…ِÙ†ْ عُÙ„ُÙˆْÙ…ِ الْعُÙ„َÙ…َاءِ الرَّØ´ِØِÙŠْÙ†َ، ÙˆَالصَّلاَØ©ُ ÙˆَالسَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙ‰ Ù…َÙ†ْ Ù†َسَØَ دِÙŠْÙ†ُÙ‡ُ Ø£َدْÙŠَانَ الْÙƒَفَرَØ©ِ ÙˆَالØَّالِØ­ِÙŠْÙ†َ، ÙˆَعَÙ„َÙ‰ آلِÙ‡ِ ÙˆَØ£َصْØ­َابِÙ‡ِ الَّذِÙŠْÙ†َ ÙƒَانُÙˆْا بِتَÙ…َسُّÙƒِ Ø´َرِÙŠْعَتِÙ‡ِ صَالِØ­ِÙŠْÙ†َ، Ø£َÙ…َّا بَعْدُ. Yang terhormat bapak ibu sekalian Ucapan syukur kita haturkan kepada Allah atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan ini dengan baik. Sholawat dan salam, selalu kita curahkan kepada nabi akhir Zaman nabi Muhammad SAW. Dan kita nantikan pertolongan syafaat di hari kiamat. Amin. Hadirin yang berbahagia Manusia hidup di dunia ini dengan lantaran orang tua kita atas takdir dari Allah SWT. Tidak ada manusia yang lahir kedunia ini tanpa adanya orang tua. Mulai didalam kandungan seorang Ibu mengandung dengan susah payah, kemanapun dibawa. Setelah lahir, masih bayi, kita disusui, diasuh dengan penuh kasih sayang, menginjak usia sekolah kita disekolahkan dan dibiayai oleh orang tua kita. Maka betapa banyaknya jasa orang tua dalam kehidupan kita. Namun terkadang setelah kita nalar, saat diberi nasehat oleh orang tua malah kita mengabaikan saja, terkadang juga kita malah membentaknya. Dalam surat Al-Isro' ayat 23 Allah Berfirman ÙˆَÙ‚َضَÙ‰ٰ رَبُّÙƒَ Ø£َÙ„َّا تَعْبُدُوا Ø¥ِÙ„َّا Ø¥ِÙŠَّاهُ ÙˆَبِالْÙˆَالِدَÙŠْÙ†ِ Ø¥ِØ­ْسَانًا ۚ Ø¥ِÙ…َّا ÙŠَبْÙ„ُغَÙ†َّ عِÙ†ْدَÙƒَ الْÙƒِبَرَ Ø£َØ­َدُÙ‡ُÙ…َا Ø£َÙˆْ ÙƒِÙ„َاهُÙ…َا فَÙ„َا تَÙ‚ُÙ„ْ Ù„َÙ‡ُÙ…َا Ø£ُفٍّ ÙˆَÙ„َا تَÙ†ْÙ‡َرْÙ‡ُÙ…َا ÙˆَÙ‚ُÙ„ْ Ù„َÙ‡ُÙ…َا Ù‚َÙˆْÙ„ًا Ùƒَرِيمًا Yang artinya “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” Dalam firman tersebut dijelaskan, perumpamaan kata yang sangat tidak boleh dikatakan kepada orang tua itu hanyalah dua huruf "ah", apalagi kita mencaci, kita mengomeli, kita membentaknya kepada orang tua, apakah itu boleh? tentu sangat tidak boleh. Perasaan orang tua kita khususnya Ibu sangatlah besar, maka kita sebagai anak harus pandai-pandai membuat perasaan Ibu menjadi senang, menjadi gembira dengan perkataan kita dan kelakuan kita yang baik. Hadirin yang saya hormati Jasa Ibu terhadap anaknya idak bisa dihitung dengan jari, kita tidak akan bisa membalasnya dengan apapun. Dengan jasa-jasa ibu kepada kita sekarang dijadikan peringatan hari ibu setiap tanggal 22 Desember. Memperingati hari Ibu ini bertujuan agar kita selalu mengingat betapa hebat perjuangan seorang ibu untu mengasuh putra dan putrinya. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Selengkapnya Teks Pidato Islami Tentang Ibu Singkat Lihat Pidato Lain Ceramah Singkat Tentang Ibu 01Ceramah Singkat Tentang Ibu 02Sebarkan iniPosting terkait Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pertama–tama dan paling utama marilah kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, karna berkat Rahmat, Taufiq dan Hidayah–Nya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berbuat baik, termasuk terhadap ibu. Selanjutnya, shalawat dan salam kita curah-limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut beliau hingga hari Kiamat. Hadirin yang saya hormati! Kita semua sudah tahu siapa itu ibu?! Ibu adalah orang yang telah melahirkan kita ke dunia ini. Karena ibu, maka saya dan kalian ada. Karena ibu, kita bertumbuh sehingga seperti sekarang ini. Marilah sejenak kita lihat ke belakang, sebelum kita dilahirkan ke dunia ini, ibu kita mengandung kita selama 9 bulan. Walaupun ada yang kurang dari itu atau mungkin lebih, tapi umumnya masa kehamilan ibu yaitu 9 bulan. Setelah itu, ibu mempertaruhkan nyawanya sembari menahan rasa sakit yang begitu dahsyat hanya demi untuk melahirkan kita. Kurang-lebih dua tahun ibu menyusui kita tanpa kenal waktu. Siang beliau jadikan malam karena semalaman tak bisa nyenyak tidur. Malampun dijadikan siang karena beliau terusik dengan suara rengekan dan tangisan kita di kala kecil. Di masa kita anak-anak, tak jarang harus membuat ibu bingung mencari kita yang keasikan bermain hingga ke tempat yang terlampau jauh. Tak jarang juga ibu harus menanggung malu karena ulah usil kita terhadap anak tetangga, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, ibupun harus menanggung berbagai beban selama kita sekolah. Seragam kita kotor, ibu yang mencucikan. Seragam kita hilang, ibu yang mencarikan. Seragam kita sobek, ibu yang menjahitkan. Dan seterusnya, dan seterusnya. Hadirin yang berbahagia! Sungguh begitu besar jasa ibu kepada kita. Sehingga kalaupun kita membalas jasa-jasa itu dengan menggendong ibu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, itu belum cukup. Maka cukuplah kiranya kita membalas jasa ibu dengan cara mencukupkan keperluan hidupnya. Kita benahi rumahnya, kita lengkapi perabotannya, kita tanggung belanjanya, dan kita perhatikan kesehatannya. Tapi pertanyaannya…… Mampukah kita melakukannya? Semoga saja iya. Tapi…… jika tidak mampu melakukan semuanya, maka jangan tinggalkan semuanya. Oleh karena itu marilah kita bersungguh-sungguh berupaya membahagiakan ibu kita dengan berbuat yang terbaik kepada beliau, paling tidak, mendo’akan beliau agar dimudahkan segala urusannya, dimurahkan rizkinya, dipanjangkan umurnya, dan diberkahkan hidupnya. Amin. Dan janganlah sekali–kali kita menyakiti beliau karna surga itu terletak di bawah telapak kaki ibu. Maksudnya, kita tidak akan mungkin masuk surga apabila ibu tidak meridhai kita. Kita juga harus mewaspadai do’a jelek kutukan dari ibu lantaran kelakuan kita, karena do’a ibu itu betul-betul mustajab. Cukuplah kutukan ibu terjadi pada yang namanya Si Malin Kundang dalam cerita legendaris itu dan tidak terjadi pada anak cucunya atau anak cucu kita termasuk kita semua. Amin. Hadirin yang berbahagia! Ini saja yang dapat saya sampaikan. Semoga pidato singkat ini dapat memotivasi kita menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tua, utamanya ibu. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon ma’af jika ada kehilafan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Ceramah Singkat Tentang Ibu 02 Nah, berikut ini adalah contoh ceramah singkat tentang pentingnya berbakti kepada ibu. Bismillahiraahmanirahim Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua di sini. Shalawat serta salam semoga terus tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Dan semoga kita mendapat syafaatnya di yaumul qiyamah nanti. Amiin. Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh ALLAH SWT…. Bila kita membicarakan tentang Ibu, saya teringat akan kisah Malin Kundang. Dalam kisah tersebut, menceritakan seorang anak yang dikutuk menjadi batu oleh Ibunya. Hal itu terjadi karena dirinya tidak mengakui ibunya kepada calon istrinya. Namun sayangnya, pada zaman sekarang ini tidak pernah kita jumpai seorang anak yang benar-benar menjadi batu akibat kutukan ibunya karena durhaka kepada ibu. Sekarang ini, seringkali kita jumpai seorang anak yang sudah masuk dalam kategori durhaka karena mereka sering berkata kasar, berbohong, memerintah ibu dan bahkan ada yang sampai tega berperilaku kasar kepada orang tua. Padahal ibu dengan ikhlas melahirkan, menyusui, dan merawat kita, saat kita masih lemah. Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT telah berfirman dalam Luqman ayat 14 وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ Artinya “Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” QS Luqman, 3114 IBU lah yang merawat kita sejak bayi, balita, hingga kita dewasa pun kasih sayangnya tidak akan hilang. Karena pengorbanan yang besar inilah, kita wajib menyayangi ibu kita, lebih dari sayang kita kepada orang lain. Dahulu ada seseorang sahabat bertanya kepada Rasulullah “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?” Nabi SAW menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu dan kemudin yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu,” Di antara keajaiban Syari’at Islam itu adalah bahwa Islam itu memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu, meskipun ia musyrik. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturrahmi dengan ibumu.” HR. Muttafaqun Alaih. Di antara perhatian Islam terhadap seorang ibu dan haknya serta perasaannya bahwa Islam telah menjadikan ibu yang dicerai itu lebih berhak untuk merawat anaknya dan lebih baik daripada seorang ayah. Keberadaan ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan sepenuh perhatian ini dan yang telah diberikan untuknya hak-hak, maka dia juga mempunyai kewajiban, yakni mendidik anak-anaknya, dengan menanamkan kemuliaan kepada mereka dan menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah dan mendorong mereka untuk mendukung kebenaran dan tidak menghalang-halangi mereka untuk turut berjihad karena mengikuti perasaan keibuan dalam hatinya. Sebaliknya ia harus berusaha memenangkan seruan kebenaran daripada seruan perasaan. Karena itu, ada beberapa kewajiban kita sebagai anak kepada orang tua Taat dan berbakti pada orang tua. Selama mereka tidak memerintah pada kemusyrikan, dan kita tetap menjaga tata krama dan kebaikan. Mendoakan kedua orang tua. Diantara doa kita pada orang tua adalah “robbil firli wali wa lidaya war hamhumma kama robbayani soghiro”. Menjaga ucapan kita agar tetap sopan, nada bicara jangan terlalu tinggi, jangan membentak, jangan menolak ketika diperintah. Jika tidak bisa, katakan dengan baik alasannya, jangan menggerutu. Itulah beberapan pedoman kita untuk berbuat baik kepada orang tua terutama terhadap ibu. Mudah-mudahan kita, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di Surganya ALLAH SWT atas Ridho-Nya.. Amin amin Ya robal aalamin. jadi kita sebagai anak harus berbakti kepada kedua orang tua, terutama pada ibu. Karena ibu yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan merawat lalu membesarkan kita sampai saat ini. ibu bawel,cerewet bukan karena jahat, akan tetapi sangat menyayangi kita dan ia takut jika kita terluka. Demikian saya akhiri kurang lebihnya mohon maaf. Lihat Juga Harga Ready mix Wabilahi taufik wal hidayah, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

pidato bahasa arab singkat tentang ibu